Maka Aku Menulis

Sebaik-baik manusia adalah ia yang memiliki banyak manfaat bagi lingkungannya. Bukan ia yang paling pintar atau yang paling kaya karena manfaat itu macem-macem bentuknya. Bahkan tersenyum aja udah dikategorikan sebagai sedekah – pemberian untuk orang lain.

Aku menulis supaya aku terus ingat bahwa ada jutaan hal yang harus aku syukuri dalam hidup ini. Setiap pengalaman dan pelajaran yang aku dapatkan di perjalanan hidupku adalah nikmat luar biasa dari Allah Swt yang spesifik Ia berikan kepadaku. Maka aku pun menulis karena aku ingin berbagi dengan orang lain, dengan mereka yang diberi nikmat dalam bentuk yang berbeda oleh Allah Swt. Menulis membantuku menyadari bahwa aku sangat beruntung dilahirkan dan menjalani kehidupan sebagai Atiqah Zulfa Nadia.

Aku banyak belajar dan terinspirasi dari membaca, baik blog, berita, ataupun buku. Sebagai bentuk terima kasih kepada para penulis-penulis itu, aku juga ingin sharing ilmu, pengalaman, dan cerita yang aku miliki. Harapannya, setiap yang membaca tulisanku bisa belajar dan terinspirasi.

Hal-hal yang terjadi dalam hidupku, semuanya, adalah stepping stone menuju siapa aku saat ini. Sayang rasanya kalau membiarkan kenangan itu berlalu dan terlupakan. Aku ingin suatu hari nanti bisa mengintip ke belakang, berintrospeksi atas kehidupan yang aku jalani. Resolusi hidupku adalah live a meaningful life. Menulis bisa menjadi parameter ukurku, udah sejauh mana aku merealisasikan resolusi itu.

Awalnya aku bingung menentukan tema besar untuk tulisanku. Hampir semua penulis punya spesifikasi mereka masing-masing, beauty blog atau travel blog misalnya. Tapi menurutku membatasi hal yang ingin aku tulis itu sulit karena aku ingin menulis banyak hal. Bagaimanapun, aku perlu punya identitas dan itulah alasanku membuat atiqahzulfanadia.com. Sebuah halaman dimana orang-orang bisa menemukan tiny bit of almost everything about this life. Aku sadar bahwa aku bertanggung jawab akan apa yang aku tulis dan aku bagi ke orang lain. Jadi aku pun berjanji untuk mem-filter setiap tulisanku sebelum aku publish. I want my readers to feel convenient while reading my page.

Aku menulis untuk mencari teman, memperluas networking karena networking itu penting. Aku yakin beberapa dari orang-orang yang membaca tulisanku sebetulnya belum mengenal aku, we’re strangers. But who cares, I’m your friend now. Makanya aku memutuskan untuk menulis dengan pronoun ‘aku’, bukan ‘saya’, supaya lebih casual, santai, dan ngga kaku. Nice to meet you all dan terima kasih udah meluangkan waktu untuk membaca!

After all, aku menulis karena itu salah satu hobiku dan aku enjoy banget melakukannya. Michelle Phan adalah salah satu inspirasiku, secara berkesinambungan ia melakukan hobinya dan memberi manfaat untuk para make-up junkies dan make-up dummies (for free) sampai akhirnya ia bisa terkenal dan sukses seperti sekarang.

By the time I write this, aku masih mahasiswa postgraduate yang sedang belajar dan merantau di negeri orang. Tapi, tiga sampai lima tahun ke depan, who knows? 😀

Cheers for all of people who hold the courage to live their dreams!

 

♥ Atiqah Zulfa Nadia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s