Picnic Time

Bosan dengan mall di Jakarta yang itu-itu aja? Bingung mau hang out seru kemana lagi sama temen-temen? Well, my friends and i kind of felt the same way. We wanted a different thing to do, different place to go. Akhirnya, aku dan teman-teman mempunyai ide untuk pergi piknik! Kami menggelar acara piknik di Ocean Ecopark Taman Impian Jaya Ancol. Meskipun cuacanya panas, tapi piknik menjadi salah satu kegiatan yang fun banget untuk dilakukan bersama sahabat.

IMG_0382

Lokasinya sangat luas dan banyak area rerumputannya sehingga pengunjung bisa bebas memilih mau menggelar tikar di sebelah mana. No reservation needed, langsung aja datang dengan membawa beragam peralatan piknik dan tentunya makanan. Biaya yang dikeluarkan hanya transportasi, HTM masuk kawasan Taman Impian Jaya Ancol, dan konsumsi.

Waktu aku dan teman-teman datang kesana, ngga terlalu banyak pengunjung lain. Jadi suasananya nyaman dan bebas, ngga terganggu dengan pengunjung lainnya karena kami duduk berjauhan. Untuk fasilitasnya, di sana tersedia musholla, kamar mandi (but i think they need to maintain the toilet a bit more), dan penyewaan electric car (semacam golf car) untuk para pengunjung berkeliling kawasan Ecopark. There’s also a souvenir shop yang menjual cinderamata dan kedai makanan.

IMG_0359

Berikut ini, aku bagi essential things for picnic untuk kalian. Semoga bermanfaat!

  • Tikar
  • Plastic bag untuk sampah makanan (yuk buang sampah pada tempatnya!)
  • Makanan (snack dan makan siang) dan minuman, i would recommend to delegate each person in the group to bring some food. Misalnya si A bawa risoles, si B bawa chips, si C bawa jus, si D bawa nasi bungkus, dan seterusnya. Yang harus diingat adalah, makanan yang dibawa harus yang praktis dan bisa langsung makan, hindari makanan berkuah. Menu piknik aku dan teman-taman adalah: french toast, pastel, risol, nasi bakar, aneka ragam snak ringan, jus, dan air mineral. Di Ecopark, ada beberapa vending machine yang menyediakan minuman, sayangnya itu hanya jebakan karena minumannya ngga kunjung keluar meski uangnya udah dimasukkan 😦 hati-hati ya, kalau bisa tanya dulu ke petugas apakah vending machine-nya berfungsi atau ngga
  • Disposable cutlery (sendok, gelas, dan piring plastik)
  • Hand sanitizier, tisu kering, tisu basah

IMG_0379

Mengingat iklim tropis di negara kita, pakai baju yang nyaman ketika piknik. Do not overdressed. Celana berbahan kain, blus berbahan kaos atau katun, dan sepatu sandal dengan aksen cantik bisa jadi pilihan. Topi, kacamata hitam, dan kipas boleh juga dibawa.

Pretty simple, right? Dan karena perginya ramai-ramai, barang bawaannya bisa dibagi-bagi. Ada banyak opsi lokasi piknik lain di sekitar Jakarta, misalnya Kebun Raya Bogor dan Gunung Pancar. You just gotta pick the date and arrange who brings what, then off you go!

 

♥ Atiqah Zulfa Nadia

Lunch at Taman Indie Riverview Resto

Tahun 2012 yang lalu aku dan keluargaku (minus Mbak Izza, yang waktu itu sedang kuliah di luar negeri) pulang kampung ke Surabaya. Ayahku asli Surabaya dan semua saudara kandung beliau tinggal di sana. Pulang ke Surabaya selalu membuatku excited karena kuliner khas Surabaya itu enak-enak! Kali ini aku mau share pengalamanku makan di sebuah restoran yang aku kunjungi waktu mudik kemarin. Lokasinya bukan di Surabaya, melainkan di Malang. Nama restorannya adalah Taman Indie Riverview Resto.

309825_4613573291961_2047986569_n

Konsep dari restorannya adalah alam terbuka. Gubug-gubug kecil dan gazebo berdiri di atas taman yang luas di pinggir sungai. Suasananya relaxing banget dan cocok untuk lama-lama bercengkrama dengan orang-orang terdekat. Dekorasi di restoran ini bertema vintage alias tempo doeloe. Jangan lupa bawa kamera ya kalau kesini, soalnya properti-properti yang ada di sana pas banget untuk dijadikan objek fotografi.

Menu makanan dan minuman yang ditawarkan di restoran ini beragam, bukan hanya makanan khas Jawa Timur. Tapi rata-rata semua menunya authentic Indonesia. Untuk arisan atau kumpul-kumpul dengan peserta yang banyak seperti aku dan keluargaku, bisa pesan menu paket supaya lebih hemat. Rasa makanannya menurut aku cukup oke, ditambah dengan suasana alam terbuka dan obrolan hangat bersama keluarga besar, jadi makin maknyus…

528898_4613601772673_1536513355_n

Waktu aku berkunjung kesana, restorannya sepi. Jadi bisa bebas banget mengeksplor dan foto-foto di tiap sudutnya. Tempatnya pun jadi semakin terasa cozy untuk santai-santai dan ngobrol sesudah makan.

Overall, restoran Taman Indie recommended untuk jadi salah satu pilihan venue kalau mau ngadain acara arisan, kumpul keluarga, ataupun reuni di Kota Malang. Next, ini beberapa koleksi fotoku dan keluargaku sewaktu makan siang di sana.

14865_4613603092706_2050485941_n

154195_4613594572493_889157292_n

73322_4613596812549_433024456_n

149354_4613575612019_56427162_n

602825_4613601172658_1860610080_n

150662_4613601932677_1979404818_n

Untuk info lebih lanjut tentang restorannya, bisa langsung klik website di bawah ini ya :

http://tamanindie.com/

 

♥ Atiqah Zulfa Nadia

Time Machine

Blog is like a time machine. We can look back to what we’ve written in the past anytime we want. Depends on what we write, we can travel back to the old times. I used to write many random stuffs on my blog, from what I learn at school, what I do in the weekend, until how I feel at the moment. The latter is actually not recommended, we need to be mindful about the feeling we’re about to tell the world through our blog; filter what should be a private consumption and what can be published to the public. I’ve seen some people who talked too much about their personal life publicly. Unless you’re a celebrity, that’s not really what people want to read.

I started blogging in 2011, by now I already posted more than 250 articles (both in plainlittletico.blogspot.com and littlethinkersmind.wordpress.com). I’ve never thought I can be this committed to this activity. I know I’m keen on writing. My interest in writing has been living within me since I was in primary school. I remember during that time, I wrote two stories on my computer (the titles are “Akibat Jajan Sembarangan” and “Ayahku Seorang ABRI”)*. Microsoft word was an interesting stuff back then, I put some clip arts in between the paragraphs. By the way, I still have the printed version of them! I even wrote poetries, can you imagine that?

I keep most of my notebooks (I’m crazy about notebooks, I can’t stop buying them) because they got all my handwritten works and now I need more shelf to store them. I sometimes feel embarrassed when I re-read the stories that I wrote because it’s just too cheesy. But I keep them anyway because it’s part of my journey of becoming a blogger.

Here I am now, with my baby: atiqahzulfanadia.com and I can’t get more excited than this! Having been doing this for 4 years assured me that I need to get my own domain. Sure I will have to pay for this matter on a yearly basis but maybe I can also make money out of my blog or maybe this is the perfect media for me to be useful for others. So yes, I have to wear my own identity.

I will post some previous articles from my old blog, but I’m going to re-wrap them in a brand new packaging. I’m happy to be my own editor. And you will definitely see more new articles as my life keeps on moving forward.

Thank you Allah for blessing me with this wonderful gift and I’m grateful for having you as my readers. I hope you enjoy it and never get bored of it, dear fellows.

 

♥ Atiqah Zulfa Nadia

* Effect of Snacking Carelessly, My Dad is a Soldier

Maka Aku Menulis

Sebaik-baik manusia adalah ia yang memiliki banyak manfaat bagi lingkungannya. Bukan ia yang paling pintar atau yang paling kaya karena manfaat itu macem-macem bentuknya. Bahkan tersenyum aja udah dikategorikan sebagai sedekah – pemberian untuk orang lain.

Aku menulis supaya aku terus ingat bahwa ada jutaan hal yang harus aku syukuri dalam hidup ini. Setiap pengalaman dan pelajaran yang aku dapatkan di perjalanan hidupku adalah nikmat luar biasa dari Allah Swt yang spesifik Ia berikan kepadaku. Maka aku pun menulis karena aku ingin berbagi dengan orang lain, dengan mereka yang diberi nikmat dalam bentuk yang berbeda oleh Allah Swt. Menulis membantuku menyadari bahwa aku sangat beruntung dilahirkan dan menjalani kehidupan sebagai Atiqah Zulfa Nadia.

Aku banyak belajar dan terinspirasi dari membaca, baik blog, berita, ataupun buku. Sebagai bentuk terima kasih kepada para penulis-penulis itu, aku juga ingin sharing ilmu, pengalaman, dan cerita yang aku miliki. Harapannya, setiap yang membaca tulisanku bisa belajar dan terinspirasi.

Hal-hal yang terjadi dalam hidupku, semuanya, adalah stepping stone menuju siapa aku saat ini. Sayang rasanya kalau membiarkan kenangan itu berlalu dan terlupakan. Aku ingin suatu hari nanti bisa mengintip ke belakang, berintrospeksi atas kehidupan yang aku jalani. Resolusi hidupku adalah live a meaningful life. Menulis bisa menjadi parameter ukurku, udah sejauh mana aku merealisasikan resolusi itu.

Awalnya aku bingung menentukan tema besar untuk tulisanku. Hampir semua penulis punya spesifikasi mereka masing-masing, beauty blog atau travel blog misalnya. Tapi menurutku membatasi hal yang ingin aku tulis itu sulit karena aku ingin menulis banyak hal. Bagaimanapun, aku perlu punya identitas dan itulah alasanku membuat atiqahzulfanadia.com. Sebuah halaman dimana orang-orang bisa menemukan tiny bit of almost everything about this life. Aku sadar bahwa aku bertanggung jawab akan apa yang aku tulis dan aku bagi ke orang lain. Jadi aku pun berjanji untuk mem-filter setiap tulisanku sebelum aku publish. I want my readers to feel convenient while reading my page.

Aku menulis untuk mencari teman, memperluas networking karena networking itu penting. Aku yakin beberapa dari orang-orang yang membaca tulisanku sebetulnya belum mengenal aku, we’re strangers. But who cares, I’m your friend now. Makanya aku memutuskan untuk menulis dengan pronoun ‘aku’, bukan ‘saya’, supaya lebih casual, santai, dan ngga kaku. Nice to meet you all dan terima kasih udah meluangkan waktu untuk membaca!

After all, aku menulis karena itu salah satu hobiku dan aku enjoy banget melakukannya. Michelle Phan adalah salah satu inspirasiku, secara berkesinambungan ia melakukan hobinya dan memberi manfaat untuk para make-up junkies dan make-up dummies (for free) sampai akhirnya ia bisa terkenal dan sukses seperti sekarang.

By the time I write this, aku masih mahasiswa postgraduate yang sedang belajar dan merantau di negeri orang. Tapi, tiga sampai lima tahun ke depan, who knows? 😀

Cheers for all of people who hold the courage to live their dreams!

 

♥ Atiqah Zulfa Nadia