5 Must-have Apps for Living in Manchie

Hi there!

Dengan adanya fenomena internet of things, now your life is at the palm of your hands. Yass, and the technology is here to assist our life. Salah satunya dalam bentuk aplikasi yang bisa di-download di handphone atau tablet. Now I will talk about 5 must-have apps for living in Manchester (dan mungkin cukup relevan juga untuk tinggal di kota-kota lain di UK).

Citymapper

This apps works pretty much like google maps, tapi menurutku jauh lebih user friendly. So, it will automatically detect where you are right now dan kamu bisa langsung masukin tempat tujuan kamu. Then it will give you basically 4 options: jalan kaki, naik sepeda, naik uber, dan naik bus. Lengkap dengan waktu tempuhnya. Kalau pilih naik bus, bakal keluar jadwal kedatangan busnya di halte terdekatmu juga. It will tell you how many bus stop you should pass through before reaching the destination. Dia bener-bener incorporate semua bus stop di petanya dan ngga bakal bingung sama sekali (I’m so stupid at direction and this apps helps me a lot!). Ada satu kekurangan dari apps ini, yaitu dia ngga bisa dipakai di semua kota. Di UK sendiri cuma bisa digunakan di Manchester, Birmingham, dan London. Maybe because it’s really that accurate and detailed, makanya dia belum bisa cover semua kota. Something similar to this, namanya Moovit. I have never tried that one, but many people use it regularly.

WhatsApp

Oh, come on. You may think I’m crazy for (still) suggesting this, cause most of you must have downloaded it to your phone since long time ago. But really, this is a very important chatting application. Bule-bule tuh ngga pake Line, Kakao Talk, atau Telegram. They use WhatsApp only. However, if more than a half of your classmates are Chinese, I bet you gotta download WeChat 😀 What’s nice about WeChat adalah fitur translation-nya, jadi kalau cici-cici dan koko-koko itu udah ngobrol pake bahasa Cina di group, kamu tetep bisa ngerti hehehe..

Weather Forecast

Harusnya sih handphone kamu secara otomatis udah punya aplikasi ini ya.. It’s important karena cuaca di UK itu tricky banget. You can see the sun, tapi anginnya kenceng banget dan suhunya dingin. Although it’s sunny, you have to bring your windbreaker. Atau ketika pagi-pagi cerah ceria, tiba-tiba siang diguyur hujan sampai malam. Well, the forecast is there to safe you (well, sometimes :p karena kadang ngga akurat juga but most of the time it does!). It’s also good to plan a trip atau sekedar jadwal berjemur di taman. Like seriously, setiap matahari bersinar terik, manusia langsung tumpah di taman-taman.

Muslim Pro

Buat kamu yang muslim, aplikasi ini sangat bermanfaat dan super lengkap. Dari jadwal solat, jadwal puasa (kalau Ramadhan), arah kiblat, guide tempat makan halal, alquran, doa, daftar masjid, dan lain-lain. Those all are for free apps, aku ngga tau kalau premium bedanya apa. Tapi selama aku pakai yang free version, fitur-fiturnya udah cukup membantu. Anyway kadang jadwal solatnya suka beda-beda, I don’t know which to trust. Tapi pokoknya percaya aja sama satu sumber, insya Allah benar dan Allah kan ga akan menyulitkan hambaNya yang berusaha untuk selalu menjaga ibadahnya 🙂

Trainline

My last recommended apps adalah Trainline! Pastinya kamu akan pengen jalan-jalan ke kota lain kan, dan aplikasi ini akan membantu kamu mencari tiket kereta (dan sekarang dia incorporate jadwal tiket bus National Express juga di apps-nya). Apps ini bisa nyariin cheapest fare juga, jadi bisa makin hemat pas jalan-jalan. Trainline bisa untuk reserve seat di provider kereta manapun and I guess it covers most of the UK (termasuk Scotland dan Wales, i have never tried Ireland). Lewat apps ini kamu bisa cek platform kereta kamu (if you’re lazy to look up in the board).

Itu dia 5 apps yang (menurutku) wajib dipunya oleh orang-orang, terutama perantau, yang tinggal di Manchester atau kota lainnya di UK. Semoga bermanfaat and see ya!

 

♥ Atiqah Zulfa Nadia

 

Advertisements

Back to Uni Part 2

Hi!

Sebelumnya aku udah share persiapan back to uni (part 1) dan sekarang aku mau lanjutin pembahasannya. Kali ini aku akan lebih fokus ke persiapan setelah diterima di uni dan masalah finansialnya juga udah beres (either you’re with scholarship or not). Jadi bisa dibilang ini persiapan keberangkatan.

Visa

Ini paling penting dan paling tricky. Untuk studi di UK sendiri, visa baru bisa diurus setelah CAS keluar. Seingetku CAS itu singkatan dari Confirmation of Acceptance to Study. CAS dikeluarkan oleh kampus dan dikirim by email. Proses pengurusan visa itu tiap tahun bisa ganti-ganti prosedurnya, so I’m not gonna talk much here. Be proactive dan cari tahu apa aja yang perlu disiapkan. Dan yang paling penting, prepare and apply in advance. Butuh sekitar 3-4 minggu sampai visa granted, so bare this in mind kalau ngga mau panik in last minute. Sebaiknya apply as early as possible. Aku tahun lalu dibantuin sama agent untuk proses apply visa and it’s really helpful.

Cari Teman

Setelah accept offer, coba cari informasi tentang PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) di kota tempat kamu akan studi nantinya. Contact dengan PPI itu bermanfaat banget, contohnya kalau di PPI-GM (Greater Manchester), kamu bisa dapet buddy yang akan meng-guide kamu dan bersedia ditanya apa aja tentang kehidupan di Manchester. Kamu juga bakal join di group (bisa di Whatsapp atau di Line) yang isinya orang-orang yang sama-sama akan studi di uni atau di kota yang sama kayak kamu. Trust me, punya teman di hari-hari pertama kedatangan tuh penting banget! Karena ada banyak hal membingungkan yang bakal ditemuin. Dari group itu juga kamu bisa dapet teman yang mau cari flat bareng atau yang sejurusan. So, do get in touch dengan PPI yah. Dari situ kamu bisa mulai cari teman yang bisa diajak ngobrol, tinggal bareng, berangkat bareng, dan lain-lain.

Akomodasi

Basically ada dua tipe akomodasi: campus and non-campus. Biasanya campus accom itu bentuknya flat atau hall sedangkan yang non-campus lebih beragam lagi. Ada yang flat, hall, rumah, dan apartemen. Keduanya ada lebih dan kurangnya. Aku tinggal di campus accom yang bentuknya flat. Harga campus accom biasanya lebih mahal dari non-campus, tapi enaknya dia udah all-in dan ngga ribet urus ini itu. Ada cleaner-nya juga walaupun ngga bersihin kamar tidur. Enaknya lagi, kita jadi nambah teman dari luar negeri. Kurang enaknya karena bentuknya bukan rumah. Setelah berbulan-bulan tinggal di kos-kosan gini aku ngerasa kangen tinggal di rumah hehe. Selain itu kadang sepi juga kalau dibanding dengan yang nyewa rumah rame-rame. You get home, enter your room, and that’s it. Alhamdulillah tempat tinggalku sih enak banget, deket sama kampus dan deket sama supermarket.

Tiket Pesawat

Kalau ini bener-bener preferensi masing-masing sih ya.. Ada banyak banget pilihan maskapai yang bisa mengantar kamu ke kota tempat kamu akan belajar. Harganya pun sebenernya mirip-mirip aja. Paling yang agak beda (dan cukup penting untuk di-consider) adalah baggage allowance-nya. Normalnya 30 kg per orang tapi tahun lalu ada juga yang bisa dapet lebih dari maskapai tertentu.

Packing

Aku udah pernah share nih tentang apa aja yang aku bawa (dan apa aja yang perlu dibawa) waktu berangkat merantau. Cek di post yang ini yaa.

Mental

Nah ini persiapan terakhir, yang sebenernya paling penting. Waktu mau berangkat, rasanya tuh campur aduk. Excited and anxious at the same time. Persiapan mental orang-orang pasti beda-beda. Aku waktu itu sih banyakin berdoa aja supaya semuanya lancar and I kept telling myself that I’ll be back in a year dan setahun tuh ngga kerasa (setelah dijalani, beneran ngga kerasa loh). Selain itu, balik lagi ke poin sebelumnya tentang cari teman. Pas kamu tau akan ada temen-temen yang bareng sama kamu, itu ngebantu banget dalam mempersiapkan mental merantau. After all, percayalah kesempatan kuliah di luar negeri itu ngga bisa didapetin oleh semua orang and you’re among the lucky ones. Be excited about it!

It’s quite easy, right? Aku sengaja ngga bahas in too much detail karena bakal beda-beda setiap case. But if you do have further questions, drop a comment or email me. Insya Allah aku akan coba membantu. I wish you all a best of luck dalam persiapannya 🙂

 

♥ Atiqah Zulfa Nadia

 

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

Aku pernah menyaksikan beberapa kejadian nyata dari peribahasa “sudah jatuh tertimpa tangga”. Bahkan aku pernah mengalaminya sendiri walaupun mungkin ngga seberat yang dialami orang-orang lain. Semua orang emang diuji dengan cara dan kadar yang berbeda-beda.

Rasanya apes banget. Kadang ngga habis pikir gimana bisa setelah satu musibah atau kejadian ngga enak, belum genap satu tarikan nafas lalu ada musibah baru yang datang. Kalau sedang jadi orang di luar cerita, aku sering berpikir, kasian banget ya.. baru kemarin begini lalu sekarang begitu

Tapi ujian dan cobaan itu hakikatnya untuk meningkatkan keimanan, menaikan derajat, menggugurkan dosa, dan memberi kesempatan untuk para pesertanya belajar lebih banyak dari mereka yang ngga ikutan ‘ujian’. Jadi sebetulnya aku ngga perlu merasa apes dan ngga perlu juga merasa kasihan sama orang lain. Toh, konon katanya segala bentuk kesenangan itu juga sebetulnya bentuk ujian.

Bisa jadi dengan segala keapesan yang dialami, Tuhan sedang memberikan blessings in disguise. Aku pernah baca di suatu buku, kalau suatu ujian itu diberikan sesuai dengan tingkat keimanan. Ini kutipannya: Rasulullah Saw bersabda “Orang yang paling berat cobaannya adalah para nabi, kemudian orang yang kuat imannya. Seseorang diberi cobaan sesuai kualitas agamanya. Jika agamanya kuat maka cobaannya berat. Jika agamanya lemah maka cobaannya sesuai dengan kualitas agamanya. Cobaan terus mengikuti seorang hamba hingga hamba tersebut berjalan di muka bumi dengan tidak membawa suatu dosa pun.” (aku lupa banget judul bukunya apa, tapi ini buku tentang wanita-wanita di zaman Rasulullah Saw, jangan dicontoh ya ini praktik plagiarisme karena ngga mencantumkan sumber hehehe). Jadi, meskipun pait.. siapa tau hadiahnya surga 🙂

Aku beberapa minggu yang lalu pulang dari taman bersama kedua orang temanku. Kami melewati pohon-pohon cherry blossom yang saat itu bungany udah kembali kering. Saat itu aku baru tau kalau cherry blossom itu hanya akan ada di musim semi dalam waktu yang singkat. Kata temanku, it doesn’t last long. Sama seperti hidup, nothing lasts forever.

Sama seperti ujian dan segala kesedihan, they won’t last forever.

Jadi, untuk siapa pun di luar sana yang sedang mengalami hal buruk bertubi-tubi, hold on. Hang on there. Stay positive. Those too, shall pass 🙂 semangat selalu yaa

 

with love dan doa terbaik,

♥ Atiqah Zulfa Nadia

Egg-waffling

Rainchester is back! Kali ini hujannya lebih deras dari biasanya. But I’m glad karena sejuk. Then my friends and I went to a small cafe to have some sweet treats. Kami memilih Cha Kee Hong Kong Style Cafe di daerah Chinatown-nya Manchester. Sebenernya udah lama sih pengen nyobain makan egg waffle di sini, tapi baru kesampean sekarang.

IMG_0713

Menu favorit di cafe ini adalah egg puff yang disajikan dengan eskrim. Selain egg puff, ada waffle dan sandwich juga. Jadi, egg waffle ini emang populer banget di Hong Kong. Yang uniknya, egg waffle dan egg puff-nya disajikan agak sedikit digulung kayak bentuk cone, unlike ordinary waffle yang disajikan di piring datar. I ordered egg puff with matcha ice cream and milk tea with coffee. Buatku rasanya oke aja, i like the milk tea though. It has the taste of a coffee but not too strong. Just the way I like it. Egg puff-nya crispy, bisa dipotek lalu dicocol dengan eskrimnya.

IMG_0720

Cafe-nya kecil, pelayannya pun cuma ada satu waktu aku dan teman-teman datang kesana. Menunya juga sederhana dan ngga banyak. Tipikal cafe kecil yang menawarkan sesuatu yang unik. Remind me of cafe-cafe lucu di Jakarta, kayak Sumobo dan sejenisnya. I like how simple the cafe is. Bikin terinspirasi hehe. In terms of value of money, menurutku worth it dan affordable kok. Seporsi egg puff-nya £4.30 dan minumannya £2.95.

If you happen to be in Manchester dan mau nyobain, letaknya ada di sebelah Red Chilly. Tepat di pinggir jalan Portland Street. Just take any bus to city center and you’ll reach there. Kalau hari Sabtu bukanya baru jam 1 siang (lupa sampai jam berapa hehe).

Enjoy your weekend!

IMG_0718

♥ Atiqah Zulfa Nadia

DapurFlat9A: Proccoli

Hi there! I’m back with my recipe 😀

Kali ini resepnya terinspirasi dari teman flatku yang vegan. Here’s a hint, vegetarian dan vegan itu ternyata beda. Vegetarian masih mengkonsumsi telur dan dairy products sedangkan vegan sama sekali ngga mengkonsumsi apapun yang mengandung hewan. She’s an Indian, btw. Being vegan is so normal there. Meskipun masakan dia isinya sayur semua, wanginya tempting banget dan bikin appetite naik. Salah satunya resep yang ini.

Proccoli

Aku asal aja sih, namainnya Proccoli yang merupakan singkatan dari potato and broccoli. Cara masaknya gampang dan terhitung cepat. This is actually good for the upcoming Ramadhan month, soalnya kenyangnya tahan lama. Kalau kamu suka pedas, bisa juga ditambah chilly powder. It’s such a good meal, ada karbohidrat, vitamin, dan protein dalam satu piring. Minyaknya juga ngga perlu banyak-banyak karena cuma untuk menumis. Tips supaya ngga banyak minyak, you can always put the nuggets into the oven. I often do this, selain untuk ngurangin minyak, juga biar ngga usah cuci wajan hehehe.

Do give it a try, I hope you like it 🙂

 

♥  Atiqah Zulfa Nadia

Life in Constant Changes

Selamat pagi dari negara empat musim 🙂

Ini pertama kalinya aku tinggal di negara empat musim dan merasakan keempat musimnya dalam satu tahun. Aku datang di bulan September saat mau memasuki musim gugur dan di bulan yang sama juga nantinya aku (insya Allah) akan pulang. Jadi, musim gugur, salju (dingin), semi, dan panas akan aku lalui semuanya. Pergantian musim bukan cuma soal temperatur yang perlahan drop atau sedikit demi sedikit naik, bukan juga cuma tentang daun-daun berubah coklat, gugur, berbunga, kemudian hijau segar lagi. Tapi juga tentang matahari yang stay lebih lama atau lebih singkat di langit Manchester.

IMG_6095
Daun yang mulai berubah warna memasuki musim gugur

Aku sekarang sedang dalam masa adaptasi dari jadwal matahari normal (maksudnya normal adalah mirip-mirip dengan di Indonesia, terang dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore) ke jadwal matahari saat summer. Langit mulai berubah terang sekitar jam 4.30 pagi dan akan gelap jam 9 lewat di malam hari.

Waktu winter kemarin, langit terang sekitar jam 8 pagi dan gelap lagi jam 4 sore. Most people said it was depressing. Matahari punya peran penting ternyata dalam keseharian dan mood kita. I remember the gloomy days in here, ketika hujan engga tapi matahari juga sembunyi, I felt less energetic than when there’s sun. So, I basically finish everything at 6 during winter. Jam 5 sore pun rasanya udah laper banget dan harus makan malam. Setelah solat isya sekitar jam 6, I had nothing to do. Ada sih, belajar, karena waktu itu lagi musim ujian. But I did not go outside after 6, or rarely.

So it’s totally the other way around now. Kadang aku baru memulai aktivitas setelah jam 6 sore, dimana masih terang banget. Dan entah kenapa jadi ngga bisa ngantuk sebelum jam 11 atau 12 malam. So I stayed up till very late – or even till the next morning. Tapi, aku harus bangun lagi jam setengah 4 pagi untuk solat subuh (and it will get earlier on June). Kemarin temanku iseng ngecek puncak jadwal puasa terlama di sini, which is dari jam 2.35 sampai jam 9.40. We might not sleep at all at night, karena kalau dihitung-hitung selesai taraweh sekitar jam 12 lalu jam 2 harus sahur lagi.

Hidup di negara empat musim, banyak hal selalu berubah dalam siklus yang sama (atau seengganya mirip). It’s fun to have 4 seasons, tapi aku ngga kebayang sih kalau setiap tahun, per tiga bulannya aku harus menyesuaikan banyak hal. Terutama masalah waktu. Pas winter, waktu rasanya sempit banget sedangkan pas summer sebaliknya. Kadang itu mempengaruhi mindset juga, that I still have more time (padahal satu hari ya cuma 24 jam aja, ngga ada yang berubah).

Constant change yang aku alami di sini, membuat aku belajar beradaptasi dengan cepat dan lebih disiplin masalah waktu. Dan anyway, aku bersyukur banget karena waktu solat itu jadi salah satu hal yang membantu proses mendisiplinkan diri. Apalagi masalah kapan harus bangun pagi.

So, I think, tinggal di Indonesia lebih enak. As we all are spoiled by how stable the weather is. Suhu yang mirip-mirip sepanjang tahun, matahari yang selalu stay dalam durasi yang sama sepanjang tahun, angin yang ngga bikin susah jalan, dan lain-lain. Hidup jadi stabil banget juga karena bangun, tidur, makan, dan solat di jam yang sebelas-duabelas lah selama 365 hari. Jadi, bersyukurlah! At least setelah merasakan tinggal di sini dan bolak-balik beradaptasi, i find it more convenient to be in Indonesia hehehe

Well, if you ask, musim apa yang paling aku suka.. I will choose spring. Itu kayak titik balik banget setelah winter yang cukup menyiksa karena dingin dan bikin kulit kering. Akhirnya bisa terpapar angin sejuk dan bisa liat matahari lebih lama lagi.

 

♥ Atiqah Zulfa Nadia

 

North Wales: Places to Visit

Berhubung aku anaknya lemah banget di pelajaran sejarah dan geografi, sebelum sampai di UK, aku ngga tau apa-apa tentang negara Wales. It is obviously not as popular as England. Tapi scenery-nya indah banget! Bahkan beberapa tempat di sana termasuk dalam UNESCO world heritage sites. If you fancy to go traveling in a not so urban area and would like to enjoy the nature, North Wales is definitely a place that you must visit.

Isle of Anglesey

Menginjakkan kaki di negara Wales yang terletak di luar daratan England adalah salah satu tujuanku di liburan ini. Untuk menuju ke Isle of Anglesey, kita harus melewati jembatan yang menyebrangi lautan. Salah satu iconic structure di pulau ini adalah Menai Suspension Bridge yang bisa dilalui dengan mobil ataupun jalan kaki. I did not have any guts to cross the bridge by my own feet, ngeri juga karena setiap dilewati mobil, jembatannya akan sedikit goyang. Jembatan ini, waktu baru selesai dibangun, adalah suspension bridge terbesar di dunia. No wonder this bridge is so famous. By the way, aku ngga bisa jelasin apa itu suspension bridge hehehe, kalau penasaran boleh googling sendiri ya 😀

IMG_9900
The name is way too long and to my surprise, it has a meaning!

Yang paling menarik dari Isle of Anglesey adalah sebuah desa yang namanya panjang banget. The longest in Europe! Apart from the unique name, desa ini sebenernya seperti desa lainnya. Isle of Anglesey juga punya sebuah castle bernama Beaumaris Castle di pinggir laut. Di perjalanan menuju kastil, aku dan teman-teman melewati pusat perbelanjaan. By pusat perbelanjaan, i mean a street full of shops and restaurants. Aku suka banget model pusat perbelanjaan yang kayak gini, keluar-masuk toko-toko kecil di pinggir jalan (maklum anaknya terlalu banyak exposure dengan mall fancy berlantai tinggi di Jakarta).

Satu pelajaran dari perjalanan ke North Wales adalah: berburu sunset di waktu spring (yang rasanya masih kayak winter banget) adalah ide yang kurang baik. Pergi ke pantai di UK ngga sama kayak pergi ke Bali atau pantai-pantai di negara tropis. Pakaian harus lengkap dan kalau bisa yang windbreaker karena angin kencang khas pantai yang berhembus itu dingin. Ngga bisa pakai sandal juga ke pantainya. Aku dan teman-teman sampai di pantai kira-kira jam 5 sore, sedangkan sunset baru terjadi sekitar jam 7. Hampir beku karena kedinginan, kami pun memutuskan untuk menghangatkan diri di mobil dan say bye to sunset in Llandwyn Beach.

Snowdonia

Dari segala tempat yang ada di Wales, sepertinya Snowdonia adalah salah satu yang paling terkenal. Snowdonia itu adalah national park yang alamnya juara banget. Aku yang bukan pencinta alam aja terpukau. Pagi-pagi aku terbangun dan menyadari kalau semalam turun salju. It was so cold, tapi udaranya enak. Such a fresh air, berbeda dengan Manchester (and do not ever compare it to Jakarta). Buatku, Tuhan bener-bener menunjukkan kebesaranNya di Snowdonia. The scenery is totally amusing, even your most sophisticated camera won’t ever capture it the same way as when you see it bare eyes.

Duh. Jatuh cinta.

Trekking to the summit could have been nice if we’re prepared. Sayangnya, most of us adalah anak-anak lenjeh yang ngga punya pengalaman trekking sama sekali which means kami ngga punya equipment-nya juga. Akhirnya, kami naik kereta menuju ke 3/4 summit gunung Snowdonia. Fare keretanya £23 return dan kita diberi waktu 30 menit untuk jalan-jalan di sekitar pemberhentian kereta di puncak. I know it sounds a bit expensive, tapi itu worth it untuk semua keindahan yang bisa disaksikan di sepanjang perjalanan.

Waktu sampai di 3/4 summit, hujan es turun disertai dengan angin kencang. Ketika foto-foto pun mukanya meringis semua karena menahan sakit ditampar-tampar oleh kerikil es. Aku yang niatnya mau jalan-jalan jadi cuma bisa foto-foto sebentar lalu menghangatkan diri di dalam kereta. Angin yang kencang juga bikin pergerakan melambat. I was scared of falling down atau kebawa angin. Tangan dan kaki pun rasanya numb sepulang dari puncak. A perfect time for hot chocolate 😀

Aku dan teman-teman kemudian menghabiskan hari dengan menyusuri jalanan yang memutari taman nasional Snowdonia. To be honest, sebenernya kita lebih ke arah nyasar dan ngga sengaja menyusuri jalanan ini. Niatnya mau mengunjungi sebuah danau kece yang sampai detik ini kita ngga tau dimana letaknya. But, not all who wander are lost. Bahkan ternyata di jalanan yang tak terduga, kita jadi menemukan sesuatu yang indah. Serendipity, maybe? Or simply ketika segala sesuatu berjalan melenceng dari rencana yang kita buat, itu adalah cara Tuhan menunjukkan sesuatu yang lebih baik untuk kita.

A bit of information, di kawasan Snowdonia, agak susah cari restoran yang proper (by proper I mean semacam fast food atau chinese restaurant). Jadi kami harus ke kota lain untuk makan siang. Ngga jauh sih, paling hanya 20 menit perjalanan. So, consider this or pack your own lunch.

Portmeirion

Tempat ini adalah alasan utamaku main ke North Wales! I’m in love with pretty colors. Desa penuh warna ini sengaja di-design seperti desa-desa di Itali dan pernah digunakan untuk shooting tv series The Prisoner (ini kayaknya jadul banget sih, aku pun ngga pernah denger hehe). Harga entry-nya adalah £11 untuk students dan bisa sepuasnya main di sana. Snap here, snap there. Pokoknya kerjaannya foto-foto aja di sana cause it’s so pretty! Ada penginapan dan restoran juga di kawasan ini, in case you plan to stay here for a while.

Once again, jatuh cinta.

 

Great Orme

Kayak belum cukup mataku melihat warna-warna segar di Portmeirion, tempat selanjutnya yang aku dan teman-teman kunjungi adalah Great Orme. Sebuah bukit di pinggir daratan. Kalau berada di puncaknya, aku bisa melihat laut lepas. Perpaduan warna hijau rerumputan bukit dan birunya laut dan langit di batas horizon bener-bener seger banget. Lelahnya menatap jurnal dan laptop langsung hilang. Seperti biasa, kalau ada di dataran tinggi, anginnya kenceng dan dingin. But that did not stop me from posing an taking a lot of pictures (for sure).

Llandudno Pier

Beach again, kali ini di pagi hari. Mataharinya hangat dan banyak orang akhirnya keluar rumah untuk menikmati kehangatan. They definitely don’t take the sun for granted. Aku berjalan menyusuri pier (bahasa Indo-nya pier tuh apa ya?) sendirian sambil melihat orang-orang berjalan bersama anjingnya atau bersama keluarganya. Such a lovely sight. Terutama banyak pasangan lansia yang super sweet.

Di sepanjang pier banyak toko-toko yang menjual makanan, minuman, souvenir, dan lain-lain. Pokoknya semacam pasar deh. Aku membeli donat kemudian duduk di salah satu bangku di ujung pier sambil menikmati birunya laut yang mengkristal karena terkena cahaya matahari. It was so relaxing. Indeed, liburan itu perlu banget. Apalagi untuk orang-orang yang kesehariannya punya ritme hidup yang cepat.

Aku dan teman-teman lumayan lama bermain di sekitar Llandudno pier. Menikmati udara segar dan pemandangan indah. Anyway, di sana banyak burung dari berbagai spesies. They are beautiful dan seru banget melihat mereka terbang bergerumul.

Smallest House in Great Britain

This is the last place that i’m going to share in this post. Waktu pertama lihat informasi tentang tempat ini, aku langsung penasaran kayak apa isinya. Setelah masuk dengan membayar £1, ternyata rumahnya fine kok. It’s a real house for a real human being. Tapi ukurannya kecil, ngga sesempit yang aku bayangkan dan untuk janga waktu yang sebentar ngga bikin sesak nafas juga. In fact, I think it must be very comfortable to live there. Sederhana, hangat, walaupun pastinya sepi karena cuma muat untuk satu orang hehehe.

DSCF0363DSCF0370

Aku yakin sih ada banyak tempat menarik lainnya di North Wales yang belum sempat aku kunjungi. But I hope this much is enough to inspire your trip to North Wales. If you’re about to travel to UK, i know London is fancy and is a must, but do visit North Wales too. You’re going to find a lot of gems here. Enjoy 😀

 

♥  Atiqah Zulfa Nadia

North Wales: Pre-Departure

Holiday time! Saatnya menggunakan uang tabungan untuk jalan-jalan di UK. My ambition so far is to visit all countries in UK, dan perjalanan ke Wales saat Easter break kemarin meninggalkan Northern Ireland sebagai satu-satunya negara di UK yang belum aku datangi. So, I visited Wales yang masih satu daratan dengan England. Aku menghabiskan 4 hari 3 malam di sana dan fokus muter-muter di bagian utaranya aja. Letaknya di sebelah barat dari Manchester dan hanya sekitar 2-3 jam perjalanan untuk sampai di sana. Ini road trip pertamaku di UK. It was so fun since day one, bahkan sejak mulai membuat itinerary.

Aku pertama kali jatuh cinta dengan North Wales waktu melihat foto temanku di Portmeirion, sebuah desa warna-warni di pinggir laut. Dari situ, aku mulai mengajak dan memengaruhi teman-temanku untuk pergi kesana. Si A mengajak si B, si B mengajak si C sampai akhirnya berkumpulah tujuh orang yang excited banget mau berlibur di North Wales.

Itinerary

Aku anaknya suka membuat planning, like literally for everything. I rarely come late to an appointment unless I plan to (LoL). Untuk perjalanan kali ini, aku mostly merujuk pada website visit Wales dan melihat top attractions yang ditawarkan. Website-nya helpful banget dan interface-nya menarik, something I definitely wish to be present in Indonesian tourism websites. Sekali dua kali aku double check ke trip advisor supaya lebih yakin kalau tempatnya memang recommended. Yang paling menarik adalah, sebagian besar nama daerah ataupun tourist attractions yang aku dan partner membuat itinerary-ku lihat, ngga bisa kami pronounce dengan benar. Bahasa Wales itu didominasi oleh konsonan sehingga ngga paham gimana harus melafalkannya. We ended up saying “bwlewlelebwele” all the time.

Sewa Mobil

Banyak orang yang ngga percaya waktu aku bilang kalau SIM Indonesia itu berlaku selama satu tahun di UK (SIM biasa, it doesn’t have to be international driving license). I don’t quite know why, mungkin karena we drive in the same side of the road. Oh ya, di sini orang-orang bukan menyebut setir kiri atau setir kanan kayak di Indonesia (which is literally letak setir mobilnya), melainkan menyetir di sebelah kiri jalan atau menyetir di sebelah kanan jalan (letak mobil berada kalau di jalanan). So, di Indonesia dan di UK sama-sama drive in the left side of the road (berarti setirnya ada di kanan). Ok, not so important but I hope it’s nice for you to know hehe.

Jadi, selama punya SIM dan belum lebih dari satu tahun tinggal di UK, we all are eligible to rent a car. Tapi, umurnya harus di atas 22 tahun dan driver dengan umur di bawah 25 tahun dikenakan surcharge. Plus, harga insurance-nya lebih mahal. Pilihan mobilnya pun lebih sedikit. Young driver cuma bisa pinjam mobil tipe city car yang maximum seat-nya adalah 5. Sounds funny to me, secara dulu waktu umurku belum 20 tahun aja aku udah nyetir mobil tipe SUV. Well, anyway, sewa mobil itu harganya sekitar £60-an per hari (belum termasuk surcharge dan insurance). Jadi, tipsnya kalau mau road trip adalah: cari teman jalan-jalan yang umurnya udah lebih dari 25 tahun supaya lebih hemat dan bisa nyewa mobil besar.

Booking Hotel

Kendala jalan-jalan tanpa punya teman di daerah yang akan kita kunjungi adalah harus keluar uang untuk biaya penginapan. Sebagai mahasiswa yang hemat, kami mencari penginapan yang murah meriah, yaitu hostel dan airbnb. Selama tiga malam, kami menginap di tempat yang berbeda-beda setiap harinya. Harganya bervariasi dan yang paling murah adalah £15 per malam untuk satu orang. Menurutku, semua penginapan yang aku tumpangi selama liburan ini memuaskan banget.

Itu semua adalah hal-hal yang aku dan teman-teman persiapkan sebelum berangkat ke North Wales. If you got any questions, just drop me a line and I’d be happy to answer 😀 Next post adalah tentang tempat-tempat yang aku kunjungi selama liburan kemarin. Read on!

 

♥ Atiqah Zulfa Nadia

 

Do Not Ever Hesitate in Doing Good Deeds

Awal tahun 2016 yang lalu, banyak orang disibukkan dengan kegiatan membuat resolusi. Buatku, resolusi awal tahun itu kegiatan rutin. Walaupun belum tentu setiap poin di kertas resolusi tahunanku benar-benar dijalani selama 12 bulan dengan konsisten. I just love the idea of yearly resolution, it’s like we start the year with positive feeling and motivation.

I used to have a long list of resolutions. Di tahun ini, i made it pretty concise with only five points. Dan aku mau sedikit cerita tentang pengalamanku menjalani salah satu dari lima resolusi itu secara konsisten (insya Allah beneran konsisten terus sampai tahun-tahun berikutnya). I put it up on the wall, it’s resolution number four: Do not ever hesitate in doing good deeds.

Aku selalu teinspirasi melihat orang-orang yang wajahnya bersinar dan senyumnya ramah. Orang-orang yang willingly menolong, berbagi, dan selalu berbuat baik. I see happiness shining through their face. Susah dideskripsikan, tapi kalian pasti mengerti apa yang aku maksud. Mereka orang-orang yang berprinsip bahwa kebaikan yang kita tanam adalah kebaikan yang akan kita tuai juga.

So, i put that resolution on my list. At first i thought it’s hard. Tapi ternyata hal baik itu banyak ragamnya dan kebanyakan adalah hal yang simpel. Sesimpel bangun pagi, menawarkan makanan ke orang lain, hold the door for someone else, meng-encourage diri sendiri untuk belajar dan mengerjakan tugas, dan lain-lain. Sebetulnya, di resolusi ini aku lebih fokus ke berbuat baik untuk orang lain (but we should never forget to do good for ourselves too!).

Setiap aku ragu, aku selalu membaca mantra “do not ever hesitate in doing good deeds“. Misalnya, ketika aku diberi kesempatan untuk bisa menolong orang lain tapi saat itu aku sebenarnya juga lagi sempit banget dan overwhelmed dengan urusanku sendiri. I read the mantra and then i tried to help.

Then what’s the outcome? The outcome is beyond amazing! No, tugasku ngga tiba-tiba selesai atau aku dapat rezeki bagai durian runtuh. But i do feel at peace. Meskipun deadline-nya bagai mencekik and i definitely had no idea what’s my dissertation topic is going to be, i feel at peace. Aku melenggang bahagia, was not panicking at all and i managed to do everything. Tanpa kemumetan berarti. I was a bit insecure, but i was calm too. And the calmness outweigh the insecurity. Ketika pentas budaya Indonesia selesai, teman-teman sekelasku bertanya “how did you manage to do all of that during these times?” dan aku ngga tau harus menjawab apa. I just did.

That’s the amazing thing about doing transaction with God, we do something which is definitely countable (time i spent to help people, money i gave to poor people, etc) and we got something in return that is uncountable and we can’t even describe it. It’s just magic.

And you know, that calmness was exactly what i was searching for. Peaceful mind. Dan sebuah kepercayaan bahwa ada Sang Maha Kuasa yang mengatur segalanya dan selalu menepati janjiNya. I can’t be more grateful for that. Hari ini aku bingung, besok insya Allah ada jalan keluarnya. Don’t get this wrong, we have to work for it, too. Sembari bekerja, kita harus terus percaya bahwa tangan Tuhan pun ikut bekerja untuk mencipta hasil yang sempurna.

So, let’s never hesitate in doing good deeds and we shall be able to make a better world *fingerscrossed*

 

Hai nona manis, biarkanlah bumi berputar menurut kehendak Yang Kuasa 🙂

 

♥ Atiqah Zulfa Nadia

April 29, 2016

She believed she can so she did.

29 April 2016. Tanggal yang penuh makna buatku. Tanggal di mana untuk pertama kalinya aku melakukan sesuatu dan untuk terakhir kalinya pula melakukan sesuatu.

In fact, tinggal di Manchester membuat aku banyak mencoba hal-hal baru dan melakukan berbagai aktivitas untuk pertama kalinya dalam hidup. For the first time in forever. Dari mulai memasak berbagai masakan Indonesia yang mau ngga mau harus dibikin sendiri karena ngga ada yang jual (ayam kecap, cilok, bakso, bubur ayam, siomay, dan lain-lain), ikutan fashion show which is what i have been wanting to do for a long time, pengalaman pertama hujan es, jualan masakan sendiri, belanja tanpa plastic bag, road trip sama teman-teman, my very first Pecha Kucha which I enjoyed so much, nge-MC, nari saman di atas panggung, working with client, ngajar ngaji anak-anak, stayed in library for the whole night, dan masih banyak lagi….. I didn’t know why i took quite lot of opportunities and responsibilities. Perhaps it’s because I’m afraid that it was the only chance I got.

It’s the first of May now. Dan 29 April kemarin adalah hari terakhir perkuliahan. No more classes, no more presentations, no more workshops. Only assignments and dissertation left. Acara Indonesian Cultural Festival yang persiapannya dimulai sejak awal tahun pun diselenggarakan di tanggal yang sama. Kegiatan latihan, urus ini-itu, dan nugas yang membuat hari-hariku ‘penuh’ akhirnya berakhir. But I enjoyed those moments the most and I was definitely happy.

From now on, there’s no more evening practice, no more interaction in the class with friends. We may barely meet each other. So, at April 29th 2016, I was both happy and sad. I was fully satisfied but also felt like something is missing.

Semuanya belum berakhir, i know. Aku masih punya sekitar 4 bulan lagi untuk belajar lebih banyak, untuk menumpuk semakin banyak pengalaman ‘for the first time in forever’, untuk menjalani hari-hari di Manchester dengan penuh makna sebelum akhirnya kembali pulang. It went so fast, didn’t it?

I personally a bit worried of how my marks are going to be this semester 😀 But, pada akhirnya, kuliah ke Manchester bukan sekedar kuliah dan mencari ilmu akademis. Itu bukan satu-satunya ukuran sukses. Nyatanya, aku mendapat lebih banyak dari itu, pengalaman, persahabatan, cerita, dan pelajaran tentang hidup. Kalau kata Einstein, try not to be man of success but rather try to be a man of value. Semoga dengan ilmu akademis dan pelajaran berharga lainnya yang aku dapat selama tinggal di Manchester, aku bisa memberi value untuk banyak orang di sekitarku.

Salam hangat dari Manchester (yang hari ini cukup hangat)

♥ Atiqah Zulfa Nadia