Cha-Ology, Northern Quarter

In spite of the popularity of English afternoon tea, sebenernya ngeteh itu bagian dari budaya banyak negara. My Chinese friends here always drink green tea everyday, yang katanya bikin langsing. Saking mereka promote khasiat-khasiat teh hijau lainnya (salah satunya untuk detox, kalau diminum setiap pagi hari sebelum mengkonsumsi apa-apa), aku ikutan beli teh hijau juga beberapa bulan yang lalu *impulsif*.

I have tried English afternoon tea before dan kali ini aku dan temen-temenku nyobain Japanese tea place di Northern Quarter, Manchester. Kayaknya sih tempat ini terhitung baru (atau aku yang baru tau?). Waktu masuk, tempatnya minimalis banget. Ada open kitchen lengkap dengan bar-nya, 3 meja lesehan untuk ngeteh, dan kamar mandi. Ambience-nya sengaja dibuat relaxing banget dengan lagu ala-ala meditasi. Aku dan temen-temen sampe bisik-bisik ngobrolnya.

Semua menu di tea place ini berbahan green tea. Menunya ngga banyak tapi menarik semua. Makanannya aku dan temen-temen pesen 3 menu untuk sharing: matcha tart, matcha soft cake, dan matcha dessert. Untuk minumnya aku pesen cold matcha with soy milk. What makes it more interesting adalah pelayannya akan meracik tehnya di meja kita. Ternyata ada pakemnya sendiri loh untuk ngeracik teh and it takes quite a long time to make a bowl of tea, sekitar satu setengah menit (makanya videonya ngga bisa aku share di Instagram hehe). Lumayan bikin geregetan nungguinnya, tapi demi merasakan the authentic Japanese tea, aku harus bersabar.

IMG_2536

Matcha soy milk ini dibuat dari campuran bubuk matcha dan susu kedelai (ya iyalah?). Jadi bubuk matcha-nya dituang ke dalam susu kedelai cair, kemudian diaduk-aduk menggunakan alat yang bentuknya mirip sapu lidi kecil. Setelah tercampur, baru dituang ke mangkok. Rasanya jelas beda dari green tea blend di Starbucks atau di Chatime, terutama karena matcha soy milk yang ini rasanya ngga manis. Perhaps that’s how it should be. It tasted okay for me, tho i prefer the sweet one.

But, the tart, the cake, and the dessert win my heart completely. Aku mulai dari soft cake-nya ya. Teksturnya mirip bolu gulung dengan cream matcha di tengahnya. Awalnya terasa agak pahit karena di atasnya ditabur bubuk matcha. Tapi cream dan cake-nya sendiri manis. This one is my favorite. Matcha tart-nya juga enak banget. Pie crust-nya ngga terlalu keras dan filling-nya juga moist tapi ngga benyek (I hope you understand what I mean). Yang terakhir, matcha dessert-nya sebetulnya agak mainstream sih. Di dessert place semacam Sumobo gitu pasti ada juga. Isinya matcha ice cream, red beans, dan dango. Di piring terpisah disediakan crushed peanut juga untuk ditabur di atasnya. Overall, it’s delicious!

Harganya lumayan pricey ya. Especially for the tea, meskipun aku jadi tau cara meracik teh ala Jepang. Semangkuk tehnya seharga £4.8 dan untuk makanannya pun sekitar segitu per portion. I basically lost the receipt so I can’t tell you the exact price. Pokoknya satu orang untuk one drink and one cake masih di bawah £10.

Don’t forget to exercise your feet, karena bakal kesemutan banget duduk dengan gaya seiza selama di sana 😀

 

♥ Atiqah Zulfa Nadia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s