Tidak Ada Manchester Hari Ini

Hari ini Hujan. Tapi bukan hujan yang sama.
Aku tidak lagi terbangun di kasur ukuran single di dalam kamar berukuran mini di lantai paling atas Leamington House. Sebagian langit-langit kamar itu miring mengikuti bentuk atap. Jendela besar di kamar pun mengikuti bentuk miring tersebut. Seringkali orang berkomentar “romantis dong kalau hujan” atau “enak ya kalau malam bisa lihat bintang”. Padahal Manchester cukup sering dilanda hujan es, tidak ada romantisnya sama sekali. Yang ada hanya suara ribut butiran es yang jatuh.

Keluar rumah, tidak ada lagi Sainsburry di seberang jalan. Wangi pastry hangat dari Greggs pun tidak tercium. Tidak ada perjalanan ke Piccadilly dengan bus double decker, melewati teater The Palace. Udara yang biasanya ada di angka belasan, kini meningkat drastis. Tidak ada langit biru yang dihiasi jet trail. Kini yang ada hanyalah langit abu. Angin sudah bertiup secara wajar. Aku sudah kembali.

Ceritaku di Manchester selesai seiring dengan dicantumkannya gelar baru di belakang namaku. Lembar kisah di kota di sebelah utara Inggris kini sampai di lembar terakhir. Menanti untuk ditutup.

“Well, maybe it started that way. As a dream, but doesn’t everything? Those buildings. These lighys. This whole city. Somebody had to dream about it first. And maybe that is what I did. I dreamed about coming here, but then I did.” (Roald Dahl’s James and the Giant Peach)

Semua berawal dari mimpi. Sayangnya, tidak semua orang berani mengejar mimpi.

Dan di kesempatan ini, aku hanya ingin berterima kasih pada orang-orang yang bersamaku dalam meraih mimpi ini.

First of all, I shall put no one above Allah Swt.

Kemudian, terima kasihku kepada:

Bapak dan Ibu, Mbak Izza dan Ryan, Aghung Mamie, Hanna Izma Azizah, Sarahi Bujani, Maratush Sholihah, Kanetasya Salsabila, Nindya Kirana, Amy Aniqa, Mariana Octaviana, Indi Raisa, Yoga Adhisatya, Reza Dianofitra, Agnes Salyanty, Moon, Andy Giovanny, Nugroho, Asif Hossain, Menna Rabie, Siddrah Farid, Shristi Garg, Vedika Harlalka, Alexander Staub, Yixin Li, Qiubei Guo, Endah Anomsari, Ambun Pratami, Febby Widjayanto, Yasir Hutapea,  Bening Tirta, Dwiky Riza, Gede Arya, Dian Widayanti, Gita Chairiana, Juanita Fathul Amani, Syarifah Khodijah, PPI GM, Pengajian Karisma, TPA Manchester, dan seluruh teman-teman IME yang belum disebutkan namanya..

untuk warna dalam hidupku dan banyak kenangan indah 🙂

 

Forever yours,

♥ Atiqah Zulfa Nadia

 

Advertisements

One thought on “Tidak Ada Manchester Hari Ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s