Pure Intention

Setelah mengukur dan menimbang, lalu akhirnya memutuskan dengan cepat setelah nonton kajiannya Yaqeen (my fav! Bagi yang muslim, silakan coba cek social media-nya. Siapa tau cocok juga), tema tahun ini adalah pure intention. Selain pure, tentu intention-nya juga harus baik ya. Karena yang namanya amal, dinilainya dari niatnya.

Sejujurnya di akhir tahun 2021 kemarin ada yang bikin aku ‘tersentil’ sih. Seumur-umur punya Instagram, aku selalu prefer untuk bikin akunnya private. Creepy aja ngebayangin orang asing di luar sana bisa lihat aktivitasku yang aku post di story. Tapi di tahun 2020 kemarin aku mencoba untuk go public. Niatnya supaya kalau ngepost tentang kehamilan, anak, dan lain-lain, bisa lebih banyak orang yang baca. Mana tau jadi amal jariyah ya kan..

The downside of making my account public, yaa post yang iseng dan personal pun jadi ikutan bisa diakses banyak orang. I don’t really maintain my close friend’s list dan jarang juga gunain fitur share to close friend only (i know, my bad). Nah ceritanya, aku sempat ngepost sesuatu tanpa niat gimana-gimana, simply sharing about things that currently occupied me. Ternyata ada yang DM request dari seorang tak dikenal (turns out dia follow aku, tapi aku ngga kenal dia siapa.. seems like netizen aja).

Intinya niatku apa, tapi dia nangkepnya berbeda dan negatif. Regardless cara penyampaian dia yang nyelekit dan sok tau banget layaknya netizen +62, sebetulnya aku lebih jadi introspeksi juga sih. Bahwa niat kita belum tentu tersampaikan dengan baik ke orang. Terutama buat mereka yang ngga kenal kita dan ngga tau kita aslinya gimana, mudah banget untuk menafsirkan apa yang kita share di social media secara ngga tepat. Ya selain aku juga heran sih, kok dia peduli amat??

Jujur sejak kejadian itu jadi balikin ke akun private, karena creepy. Some strangers peeking on my instastory and go into that detail… Dan sejak kejadian itu pula semakin berpikir beberapa kali sebelum ngepost sesuatu – sebelum bales chat WA pun juga jadi suka hesitate. Perlu banget nanggepin ngga, kata-katanya udah oke atau belum, dan lain-lain.

Di sisi lain, masih tetep pengen banget sharing hal-hal yang insya Allah bermanfaat lewat social media. Ya mudah-mudahan efeknya tetep bisa berlipat ganda walaupun kontennya jadi eksklusif (duile).

Anyway intinya dari tulisan ini, sebenernya even when we have a pure and kind intention, other people might still get the wrong perception. Apalagi kalau niatnya ngga tepat? Bersyukur juga bahwa Allah menilai amal kita dari niat kita, bukan dari persepsi orang lain.

❤️ Atiqah Zulfa Nadia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s