Money Tips

Hemat pangkal kaya.

Sejak kecil kita semua diajarkan pribahasa tersebut. Pada kenyataannya, berhemat bukan hal yang mudah. Mengelola uang bukan hal yang mudah. Kita selalu punya keinginan untuk membeli sesuatu, pergi jalan-jalan, mencoba tempat makan baru, dan lain-lain. Bukan rahasia lagi bahwa semakin banyak uang yang kita miliki, semakin beragam pula kebutuhan kita.

Setelah akhirnya berhasil mandiri mengelola uang selama kuliah di Manchester (read it here!), aku belajar cukup banyak tentang uang. Sebagian lagi aku belajar dari orang tuaku. These may not be as good as the tips told by a famous financial planner, but I hope it benefits you anyhow 🙂

Divide your money into several pockets

Not literally, though. Punya uang yang terbatas pastinya harus dikelola sebaik mungkin. Ada porsi untuk jajan sehari-hari, belanja, uang transport, uang hangout sama teman-teman, zakat, dan lain-lain. Once you got your monthly (or maybe weekly) allowance, divide it immediately. Sebisa mungkin, disiplin dengan porsi yang udah ditentukan di awal. Kalau jatah hangout adalah Rp 500,000 per bulan, ya hangout sesuai budget itu. Kalau udah melebih budget, ambil dari jatah expense lainnya (jangan dari jatah nabung atau investasi ya!)

Note your expenses

Aku mulai membiasakan diri mencatat pengeluaran sejak di Manchester. Keuntungannya adalah jadi lebih bisa mengontrol uang yang kita punya. Mengontrol uang di Manchester jauh lebih mudah sih, karena aku jarang jajan hal-hal kecil kayak cilok, gorengan, dan lain-lain. Jadi item yang dicatat pun ngga banyak (even a cup of coffee aku catat lho dulu). It’s a challenge to note every expense I made in here. Yet I think I have to try harder.

Nikmati uang yang dimiliki

Uang ngga dibawa mati, ya kan? Jadi, jangan pelit-pelit. True kita harus hemat, tapi bukan berarti pelit. Pada akhirnya uang yang kita terima dari hasil bekerja, harus bisa kita nikmati. Treat yourself a delicious meal, buy yourself a decent pair of shoes, etc. Ini bisa dilakukan setelah membagi uang ke porsinya masing-masing ya.

Berbagi dan membuat orang lain senang

Zakat tentunya wajib hukumnya. Dari setiap harta yang kita miliki, ada hak orang lain. Selain zakat, coba juga untuk bersedekah. Berbagi dengan orang lain yang membutuhkan. Ngga harus selalu memberi dalam bentuk uang, bisa juga dengan membelikan makanan dan kado. Selain ke orang-orang yang kurang mampu, bisa juga untuk memberikan perhatian ke orang-orang yang kita sayangi. Happiness only real when shared, remember?

Lend your money wisely

Pernah ngga sih ragu minjemin uang ke orang lain karena takut ngga dibalikin? Atau bingung setengah mati gimana caranya nagih hutang ke orang lain? Nah ibuku pernah bilang “kalau minjemin uang ke orang lain, kasih berapa pun yang sekiranya kamu ikhlas kalau-kalau dia ngga balikin uangnya.” Dan aku selalu terapin itu setiap ada yang pinjem uang. Jadi di awal udah ikhlas kalau ngga balik uangnya. Yet, we have to be brave enough to ask our money back sih kadang-kadang.

Carry less cash

Waktu di Manchester, aku pernah kedatangan guest lecture dari MasterCard. Beliau ini mengajarkan bagaimana bermanfaatnya uang elektronik. Di Manchester pun aku biasanya cuma punya uang cash £5 untuk naik bus. Sisanya semua transaksi dilakukan dengan kartu debit. Yang aku rasain banget sih dompet jadi lebih enteng dan belanja jadi lebih terkontrol. Sisa uang tuh biasanya bikin kita spend lebih banyak untuk hal-hal yang ngga terlalu kita butuhkan. Sayangnya di Indonesia belum selalu bisa bayar pakai kartu ya..

The more isn’t always the merrier

Punya uang banyak pasti menyenangkan. Tapi ternyata ngga juga, well, at least that’s what one of the richest people in England said. Katanya at some point, money is an evil. Jadi ternyata the more isn’t always the merrier. Makanya it’s very wise kalau kita ngga mengejar banyaknya uang yang kita dapat. Yang harusnya kita kejar adalah berkah dari berapapun uang yang kita punya.

So, that’s it guys. Tujuh hal tentang uang yang akhirnya aku pelajari setelah 23 tahun hidup di dunia 😀 I hope you find it helpful and beneficial.

 

♥ Atiqah Zulfa Nadia

Advertisements