Time Machine

Blog is like a time machine. We can look back to what we’ve written in the past anytime we want. Depends on what we write, we can travel back to the old times. I used to write many random stuffs on my blog, from what I learn at school, what I do in the weekend, until how I feel at the moment. The latter is actually not recommended, we need to be mindful about the feeling we’re about to tell the world through our blog; filter what should be a private consumption and what can be published to the public. I’ve seen some people who talked too much about their personal life publicly. Unless you’re a celebrity, that’s not really what people want to read.

I started blogging in 2011, by now I already posted more than 250 articles (both in plainlittletico.blogspot.com and littlethinkersmind.wordpress.com). I’ve never thought I can be this committed to this activity. I know I’m keen on writing. My interest in writing has been living within me since I was in primary school. I remember during that time, I wrote two stories on my computer (the titles are “Akibat Jajan Sembarangan” and “Ayahku Seorang ABRI”)*. Microsoft word was an interesting stuff back then, I put some clip arts in between the paragraphs. By the way, I still have the printed version of them! I even wrote poetries, can you imagine that?

I keep most of my notebooks (I’m crazy about notebooks, I can’t stop buying them) because they got all my handwritten works and now I need more shelf to store them. I sometimes feel embarrassed when I re-read the stories that I wrote because it’s just too cheesy. But I keep them anyway because it’s part of my journey of becoming a blogger.

Here I am now, with my baby: atiqahzulfanadia.com and I can’t get more excited than this! Having been doing this for 4 years assured me that I need to get my own domain. Sure I will have to pay for this matter on a yearly basis but maybe I can also make money out of my blog or maybe this is the perfect media for me to be useful for others. So yes, I have to wear my own identity.

I will post some previous articles from my old blog, but I’m going to re-wrap them in a brand new packaging. I’m happy to be my own editor. And you will definitely see more new articles as my life keeps on moving forward.

Thank you Allah for blessing me with this wonderful gift and I’m grateful for having you as my readers. I hope you enjoy it and never get bored of it, dear fellows.

 

♥ Atiqah Zulfa Nadia

* Effect of Snacking Carelessly, My Dad is a Soldier

Advertisements

Maka Aku Menulis

Sebaik-baik manusia adalah ia yang memiliki banyak manfaat bagi lingkungannya. Bukan ia yang paling pintar atau yang paling kaya karena manfaat itu macem-macem bentuknya. Bahkan tersenyum aja udah dikategorikan sebagai sedekah – pemberian untuk orang lain.

Aku menulis supaya aku terus ingat bahwa ada jutaan hal yang harus aku syukuri dalam hidup ini. Setiap pengalaman dan pelajaran yang aku dapatkan di perjalanan hidupku adalah nikmat luar biasa dari Allah Swt yang spesifik Ia berikan kepadaku. Maka aku pun menulis karena aku ingin berbagi dengan orang lain, dengan mereka yang diberi nikmat dalam bentuk yang berbeda oleh Allah Swt. Menulis membantuku menyadari bahwa aku sangat beruntung dilahirkan dan menjalani kehidupan sebagai Atiqah Zulfa Nadia.

Aku banyak belajar dan terinspirasi dari membaca, baik blog, berita, ataupun buku. Sebagai bentuk terima kasih kepada para penulis-penulis itu, aku juga ingin sharing ilmu, pengalaman, dan cerita yang aku miliki. Harapannya, setiap yang membaca tulisanku bisa belajar dan terinspirasi.

Hal-hal yang terjadi dalam hidupku, semuanya, adalah stepping stone menuju siapa aku saat ini. Sayang rasanya kalau membiarkan kenangan itu berlalu dan terlupakan. Aku ingin suatu hari nanti bisa mengintip ke belakang, berintrospeksi atas kehidupan yang aku jalani. Resolusi hidupku adalah live a meaningful life. Menulis bisa menjadi parameter ukurku, udah sejauh mana aku merealisasikan resolusi itu.

Awalnya aku bingung menentukan tema besar untuk tulisanku. Hampir semua penulis punya spesifikasi mereka masing-masing, beauty blog atau travel blog misalnya. Tapi menurutku membatasi hal yang ingin aku tulis itu sulit karena aku ingin menulis banyak hal. Bagaimanapun, aku perlu punya identitas dan itulah alasanku membuat atiqahzulfanadia.com. Sebuah halaman dimana orang-orang bisa menemukan tiny bit of almost everything about this life. Aku sadar bahwa aku bertanggung jawab akan apa yang aku tulis dan aku bagi ke orang lain. Jadi aku pun berjanji untuk mem-filter setiap tulisanku sebelum aku publish. I want my readers to feel convenient while reading my page.

Aku menulis untuk mencari teman, memperluas networking karena networking itu penting. Aku yakin beberapa dari orang-orang yang membaca tulisanku sebetulnya belum mengenal aku, we’re strangers. But who cares, I’m your friend now. Makanya aku memutuskan untuk menulis dengan pronoun ‘aku’, bukan ‘saya’, supaya lebih casual, santai, dan ngga kaku. Nice to meet you all dan terima kasih udah meluangkan waktu untuk membaca!

After all, aku menulis karena itu salah satu hobiku dan aku enjoy banget melakukannya. Michelle Phan adalah salah satu inspirasiku, secara berkesinambungan ia melakukan hobinya dan memberi manfaat untuk para make-up junkies dan make-up dummies (for free) sampai akhirnya ia bisa terkenal dan sukses seperti sekarang.

By the time I write this, aku masih mahasiswa postgraduate yang sedang belajar dan merantau di negeri orang. Tapi, tiga sampai lima tahun ke depan, who knows? 😀

Cheers for all of people who hold the courage to live their dreams!

 

♥ Atiqah Zulfa Nadia